Senin, 20 Mei 2013



Burung Ciblek : Cara Budidaya dan Beternak


Burung ciblek atau dikenal juga dengan nama latin Prinia familiaris kini semakin langka. Burung yang dimasukkan ke dalam keluarga Prinia (merujuk bulu sayap putih bertipe prinia) kini hanya tersisa di sebagian kecil pulau Jawa. Sumatera dan Bali. 

Burung ciblek memiliki ukuran fisik yang tergolong kecil, hanya sekitar 12 cm terhitung dari ujung paruh hingga ekor. Memiliki bulu punggung berwarna hijau ke abu abuan dengan bagian ujung ekor bermotif totol kehitaman tipis. Pada bagian punggung ada dua macam warna. Untuk tipe ciblek tegalan/ kebun dicirikan dengan warna dada putih sedangkan ciblek sawah berwarna abu abu agak gelap.

Ciblek dada putih memiliki intonasi yang panjang, keras dan lebih melengking dengan suara bersuara cap..cap..cap… sedangkan ciblek sawah berbunyi cip..cip..cip… Paruh burung ciblek berbentuk runcing dan kecil dengan bagian atas kehitaman dan bawah kekuningan. Kakinya sangat rapuh berwarna coklat kemerahan.

Cara Ternak Burung Ciblek

Calon indukan :

Jantan : Pilih burung yang sehat,jinak,sifat fighter tinggi,suara keras mengkristal,ada swara tembakan,tubuh besar tidak cacat....umur diatas 1 tahun

Betina : Pilih burung yang sehat,agresif/mau ngeper bila didekatkan burung jantan,umur  minimal 6 lan/boleh muda hutan.

Kandang ternak :

Siapkan kandang dengan ukuran min 60x90x90 dengan dilengkapi tanaman semak untuk memberi kesan alami..kalau lebih dari 1 pasang,usahakan kontruksi  kandang satu sama lain tertutup sehingga burung satu pasangan dengan pasangan lainya tidak bisa saling melihat.

Proses penjodohan :

Dekatkan/tempel burung jantan dan betina dalam kandang berbeda dalam waktu 1 hari,bila belum saling merispon,jauh kan masing masing burung sehingga tidak bisa saling melihat satu sama lain...ulangi keesokan harinya...dan naikan jatah  ef nya, pagi 1sendok teh, siang kroto 1/2 sendok makan,sore jangkrik 2 ekor  atau limbah jangkrik/sisa potongan untuk lolohan piyik murai 1/2 sendok makan.bila sudah ada respon dengan ditandahi bunyi saut sautan irama kompak  jangan tergesagesa dulu memasukkan kedalam kandang ternak...usahakan ada kerinduan satu sama lain dengan cara menjuhkan tapi burung masih bisa saling  melihat..sesekali dekatkan dan jauhkan lagi..ulangi perlakuan ini dalam beberapa hari,kalau benar benar ada saling ketertarikan coba turunkan, untuk jantan cukup 5 ekor saja betina tidak sama sekali..amati pasangan tersebut....bila betina berusaha meminta dan jantan mau memberi sebagian dari ini pertanda  pasangan benar benar sudah cocok/jodoh...sore hari boleh di coba untuk dilepas dalam kandang ternak tetapi ef tidak di berikan dengan tujuan untuk menekan bi rahi sehingga burung tidak agresif dan tidak tarung..karena burung ciblek mempunyai sifat fighter yang kuat...setelah 2 hr tanpa ef dan betul2 sudah jodoh baru pelan2 ef kembali di katrol,....pagi uh 2 sendok teh,siang kroto 1 sendok makan sore jangkrik 4 ekor/limbah jangkrik 1 snd makan sedang untuk pur tetap  di berikan spt biasa / selalu tersedia .Bila birahi sudah stabil akan terjadi perkawinan..dan tak lama kemudian burung  mulai bertelur

Kotak sarang :

Kotak sarang bisa menggunakan gelas plastik bekas/kotak kayu seukuran gelas  yang diisi serat nanas /daun cemara kering/rumput kecil2 kering.

Masa pengeraman :

Telur biasanya akan menetas setelah dierami kurang lebih 11hr.....disini yang  perlu di perhatikan ketenangan burung tidak terganggu,..dan ef pada level ren  dah pagi uh 6 ekor,siang kroto 1sendok teh jangrik 2 ekor/limbah jangkrik 2 sendok teh guna mencegah munculnya birahi saat mengeram.

Penyapihan :

Piyik di sapih pada umur 4-5 hari(panen dini) karena bila di sapih umur lebih dari 5 hr,resiko di buang oleh induknya sangat tinggi karena tingkat bira  hi burung ciblek sangat labil...kadang2 cepat muncul.

Ransum untuk piyik/anakan :

Setelah disapih hingga saat umur 8 hari menu yang di berikan cukup kroto segar yang bersih di campur serutan kalk(beli di apotik) 1 butir klk cukup untuk  7-10 hari,...setelah umur di atas 8hr baru piyik dikenalkan makanan tambahan  berupa adonan encer pur(kroto kristal mactel halus) di campur kroto segar dan serutan kalk untuk memperkuat tulang..diberikan 5-7 kali dengan porsi sedikit sedikit

Setelah umur 22 hr biasanya sudah mulai belajar makan sendri...siapkan kroto  segar pada tempatnya..kalau sudah bisa makan maksimal,campur kroto dengan sedikit pur kering ...setelah umur 1bln burung sudah mau makan pur.

Itulah sedikit tips cara beternak burung ciblek semoga bermanfaat.

Burung Ciblek : Cara Budidaya dan Beternak Reviewed by Buki Bukit On Senin, 20 Mei 2013, at 08.57 Rating: 5
babaheSaat ini kamu sedang membaca artikel "Burung Ciblek : Cara Budidaya dan Beternak" Oleh Babahe pada hari Senin, 20 Mei 2013 waktu 08.57, dalam kategori . Kamu boleh menyebarluaskan artikel Burung Ciblek : Cara Budidaya dan Beternak ini dengan menyertakan link sumber dari blog ini. Mudah-mudahan Artikel Mengenai Burung Ciblek : Cara Budidaya dan Beternak yang ada di blog Babahe Sal3ho ini bisa bermanfaat bagi semuanya.